top of page
BG_MENTAH_4.gif

LOVELACE PERSEPHONE

as Game Master

CODE: THE PINK LEMONADE &

               THE PLETOK

​

Sepho

Bandung, Indonesia

April 25, 1998

Revelva's Waitress

Vervela's Showrunner

​

166 cm

49 kg

Taurus

IMG_6471.png
2-2.png

of P:
A TALE BEFOREVERVELA

Persephone Lovelace adalah nama yang pernah bersinar di dunia hiburan. Sebagai pesinetron cilik terkenal, ia menghabiskan masa kecilnya di bawah sorotan lampu panggung, diiringi tepuk tangan penonton yang memujanya. Setiap episode tayangan, ia adalah bintang kecil yang penuh senyum dan semangat, menciptakan kenangan indah di hati jutaan pemirsa. Namun, ketika layar mulai memudar, kehidupan nyata menantinya dengan tantangan yang tak terduga.

​

Beberapa tahun setelah meninggalkan dunia hiburan, Persephone menemukan kehidupannya terjerat dalam kecanduan judi online. Awalnya, itu terlihat seperti pelarian yang tidak berbahaya, saat ia bermain slot dan poker untuk mengisi waktu dan mengalihkan pikiran dari rasa kesepian yang menggerogoti jiwa. Namun, semakin dalam ia terjun, semakin ia tersesat dalam gelapnya dunia perjudian, mengorbankan semua yang pernah berarti baginya—teman, keluarga, dan impian.

​

Kecanduan ini mengubah Persephone menjadi sosok yang berbeda. Dia yang dulunya ceria dan terbuka kini tertutup, menyembunyikan realitas hidupnya dari orang-orang terdekat. Di siang hari, ia berjalan dengan senyuman palsu, tetapi di malam hari, ia menjadi hantu yang berkeliaran di depan layar komputernya, menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Dalam batinnya, ada pertarungan yang tiada henti antara hasrat untuk lepas dari belenggu dan ketidakmampuan untuk memperbaiki kesalahan.

​

Suatu malam, setelah mengalami kekalahan besar yang menghabiskan sisa tabungannya, Persephone meninggalkan apartemennya yang sunyi. Ia berjalan tanpa tujuan, mencoba menghindari rasa putus asa yang menggerogoti dirinya. Langkahnya membawanya ke sebuah bar di pinggir kota, tempat ia berharap menemukan pelarian yang berbeda. Di sana, ia bertemu dengan empat perempuan lainnya yang juga menyembunyikan luka dan perjuangan mereka masing-masing. Percakapan yang dimulai dengan rasa canggung berubah menjadi ikatan yang dalam. Kelima perempuan ini menemukan kenyamanan dalam cerita mereka yang saling beririsan, dan dari pertemuan itulah lahir gagasan untuk menciptakan dunia mereka sendiri.

FC INFO.png
bottom of page