top of page
BG_MENTAH_4.gif

LYANNA ANEIRA

as Event Planner

CODE: THE LATTE &

               THE LAGER

​

Lyanna

Bandung, Indonesia

March 11, 1995

Revelva's Chef

Vervela's Dealer

​

170 cm

47 kg

Pisces

IMG_6478.png
3-2.png

of L:
A TALE BEFOREVERVELA

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Jakarta, Lyanna Aneira menjalani rutinitas yang begitu terstruktur, hampir tak memiliki ruang untuk kebebasan. Seorang akuntan di sebuah perusahaan besar di kawasan SCBD, hidup Lyanna tampak sempurna di mata orang lain. Gaji yang tinggi, status sosial yang terjaga, dan pekerjaan yang menawarkan banyak tantangan. Namun, di balik itu semua, ada sebuah kekosongan yang tak terucapkan. Setiap hari, ia merasa terperangkap dalam siklus yang monoton: bangun pagi, bekerja, pulang malam, lalu tidur hanya untuk mengulanginya esok hari.

​

Tekanan pekerjaan yang semakin meningkat membuat Lyanna merasakan bahwa kebahagiaan yang ia cari semakin menjauh. Tuntutan untuk selalu tampil sempurna, angka-angka yang harus terus dicocokkan, dan tenggat waktu yang terus berdatangan membuatnya merasa tercekik. Setiap pertemuan dengan rekan kerja, setiap rapat yang penuh dengan strategi dan angka, hanya menambah beban di pundaknya. Tidak ada ruang untuk dirinya sendiri, hanya ada Lyanna yang bekerja, dan Lyanna yang lelah.

​

Namun, Lyanna tidak tinggal diam. Dengan kekayaan yang ia peroleh dari gajinya, ia mencari cara untuk mengisi kekosongan itu. Malam-malam di Jakarta menjadi pelarian utamanya. Kasino yang gemerlap dengan lampu neon dan bar-bar yang menyajikan minuman beralkohol menjadi tempat pelarian yang ia kunjungi untuk melepaskan penat. Di sana, ia merasa sejenak bebas dari segala tekanan hidupnya. Suara mesin slot, musik yang berdebum keras, dan tawa orang-orang yang tampak tak peduli dengan waktu—semuanya menawarkan kebebasan yang Lyanna rindukan.

​

Suatu malam, di sebuah bar yang ramai, ia bertemu dengan empat wanita yang juga tampak sedang mencari pelarian dari kehidupan mereka. Mereka berbeda satu sama lain, namun ada kesamaan di mata mereka—sebuah hasrat untuk melarikan diri dari rutinitas yang mengekang dan mencari kebebasan yang sejati. Tanpa banyak bicara, pertemuan itu menjadi titik awal bagi mereka untuk saling berbagi cerita. Dari percakapan itu lahirlah sebuah ide yang berani—untuk meninggalkan kehidupan yang mereka jalani dan membangun sesuatu yang baru, yang bisa memberikan mereka kebebasan sejati.

​

Mereka menamai tempat itu House of Vervela—sebuah tempat yang bebas dari aturan dan tuntutan dunia luar, tempat di mana mereka bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu takut untuk dinilai. House of Vervela bukan hanya sekadar tempat untuk bersenang-senang, tetapi juga sebuah simbol pemberontakan terhadap kehidupan yang selama ini mengekang mereka. Di tempat ini, mereka bisa menjadi siapa saja yang mereka inginkan, tanpa harus terikat dengan peran yang ditentukan oleh masyarakat. Untuk menutupi keberadaannya, mereka membuka Revelva Eatery, sebuah kafe musiman yang tampak biasa di luar, tetapi menyimpan rahasia besar di balik dindingnya.

​

Bagi Lyanna, House of Vervela menjadi tempat pelarian yang jauh lebih bermakna. Di sana, ia menemukan kebebasan yang selama ini ia dambakan. Namun, di balik kebebasan itu, Lyanna juga menemukan peran yang berbeda dari sebelumnya. Sebagai seorang dealer, ia tidak hanya mengendalikan meja judi, tetapi juga mengendalikan nasibnya sendiri. Dalam gemerlap lampu kasino yang memantulkan kilau ke seluruh ruangan, Lyanna merasakan suatu kekuatan yang belum pernah ia alami sebelumnya—kekuatan untuk memilih jalannya sendiri, untuk tidak lagi terjebak dalam rutinitas yang membosankan.

​

Namun, kehidupan di House of Vervela juga tak lepas dari tantangan. Setiap wanita di sana memiliki beban dan masa lalu yang berbeda, dan meskipun mereka mencari kebebasan, mereka juga harus menghadapi kenyataan-kenyataan yang muncul dari keputusan besar yang telah mereka ambil. Namun, mereka melakukannya bersama—membangun ikatan yang lebih kuat dari sekadar persahabatan, lebih dalam dari sekadar pelarian. Mereka adalah saudara, yang saling menopang dalam perjalanan menuju kebebasan sejati.

​

Lyanna, yang dulu terperangkap dalam rutinitas yang membosankan, kini menemukan dirinya di tengah kehidupan yang penuh warna, meski dengan segala resikonya. Ia belajar bahwa kebebasan sejati bukan hanya soal melarikan diri dari kenyataan, tetapi tentang berani memilih untuk hidup sesuai dengan pilihan hati, meskipun itu berarti meninggalkan segala yang pernah dikenalnya. House of Vervela adalah tempat di mana ia akhirnya bisa bernafas, bisa merasa hidup, dan yang terpenting, bisa menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut.

FC INFO.png
bottom of page