
Galestria Lysaine
as Administrator
CODE: THE GOYOBOD &
THE GODFATHER
Gale
Jakarta, Indonesia
January 29, 1994
Revelva's Cashier
Vervela's Wager Clerk
165 cm
44 kg
Aquarius


of G:
A TALE BEFOREVERVELA
Galestria Lysaine, atau lebih akrab dipanggil Gale, lahir di Jakarta pada 29 Januari 1994. Sejak kecil, Gale selalu dikelilingi oleh kemewahan dan perhatian, berkat kecantikan dan pesona alaminya. Sejak usia belasan tahun, ia sudah mulai menunjukkan ketertarikannya dalam dunia hiburan. Tak lama kemudian, dunia perfilman Indonesia menjadi saksi kelahiran bintang baru yang tak hanya cantik, tetapi juga berbakat luar biasa. Kariernya cepat meroket, dan dalam waktu singkat, Gale menjadi salah satu bintang film paling dicari di industri hiburan tanah air. Di layar kaca, ia memerankan karakter-karakter yang penuh emosi, dengan kemampuan akting yang memukau, membuat banyak orang terpesona dengan tiap adegan yang dibintanginya. Gaya hidupnya pun serba glamor—undangan ke acara-acara elit, penghargaan dari berbagai festival film, dan sorotan media yang tak pernah berhenti.
Namun, di balik kecemerlangan tersebut, Gale menyimpan sebuah rahasia kelam yang tidak diketahui publik. Dunia hiburan yang selama ini ia jalani ternyata menyisakan tekanan yang begitu besar, baik secara fisik maupun mental. Di luar jam syuting, ia merasa seperti hidup dalam sangkar emas, terperangkap dalam harapan dan ekspektasi yang semakin meningkat dari publik, media, dan juga dirinya sendiri. Rasa kesepian mulai menggerogoti dirinya. Ia tak lagi bisa merasakan kebahagiaan dari pekerjaan yang dulu selalu dinikmatinya. Dalam keheningan malam, setelah kamera dimatikan dan sorotan lampu panggung padam, Gale mulai mencari pelarian.
Pelarian itu datang dalam bentuk perjudian. Berawal dari satu atau dua taruhan kecil yang dianggapnya hanya sebagai hiburan, lama-kelamaan perjudian menjadi cara utama untuk melarikan diri dari segala tekanan yang ia hadapi. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut mulai menguasainya. Dunia perjudian menawarkan rasa euforia dan sensasi yang membuatnya merasa hidup—sesuatu yang ia rasa hilang dalam dunia film yang tampaknya sempurna di luar, namun kosong di dalam.
Namun, semakin dalam ia terjerumus, semakin besar pula kerugian yang harus ia tanggung. Uang yang diperoleh dari ketenaran dan popularitasnya di industri hiburan mulai terkuras habis. Hanya untuk mempertahankan gaya hidup yang sama, Gale terus terjebak dalam lingkaran setan, dengan utang-utang yang menumpuk dan rasa cemas yang semakin menguasai dirinya.
Di luar kariernya sebagai artis, Gale tampak seperti seorang wanita yang tidak punya beban—senyum manis selalu terpasang di wajahnya, dan ia selalu tampil anggun di hadapan kamera. Namun, di balik itu semua, ia merasa seperti orang yang terperangkap dalam perangkap yang ia buat sendiri. Setiap kali berjudi, ada perasaan meringis di dalam hati, menyadari bahwa ia telah mengorbankan segalanya untuk sebuah kebiasaan yang semakin menggerogoti dirinya. Tidak ada yang tahu betapa kesepian dan terisolasinya Gale di dalam dunia yang ia ciptakan sendiri. Ia mulai merasa bahwa dunia nyata dan dunia yang ia jalani di layar kaca adalah dua hal yang sangat berbeda—sebuah ilusi yang harus dipertahankan untuk orang lain, meski di dalam dirinya, semuanya terasa hancur.
Kemudian, dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga di sebuah bar dan kasino, kehidupan Gale berubah lagi. Di sinilah, ia bertemu dengan empat perempuan lain yang sama-sama terperangkap dalam kehidupan yang tampaknya sempurna, namun penuh dengan kekosongan dan masalah yang tak terlihat. Mereka berlima, yang memiliki latar belakang berbeda, masing-masing dengan perjuangan dan kebiasaan kelamnya sendiri, merencanakan sebuah cara untuk menyalurkan hasrat tergelap mereka tanpa mengorbankan nama baik mereka di dunia luar. Dari pertemuan yang tak terduga itulah lahir ide untuk membangun sebuah tempat yang akan menyembunyikan kehidupan ganda mereka, sebuah tempat di mana mereka bisa bebas dari penilaian dunia luar: House of Vervela.
Memilih untuk hiatus dalam kariernya sebagai artis, Gale memilih untuk menjadi cashier di Revelva Eatery. Gale memainkan peran yang terlihat tidak mencolok. Ia melayani pelanggan dengan senyum manis dan sikap ramah, sementara di balik layar, ia mengawasi jalannya bisnis yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Ketika pelanggan datang dan pergi, Gale terus menjaga citranya sebagai seorang wanita anggun dan profesional, namun dalam hatinya, ia tahu bahwa semuanya adalah kebohongan yang ia buat untuk menutupi rahasia besar itu.
Di House of Vervela, ia berperan sebagai wager clerk. Gale mengelola dunia perjudian yang tak terbatas, tempat di mana ketegangan dan adrenalin mengalir deras. Sebagai wager clerk, ia memiliki kendali penuh atas taruhan yang ada, memastikan permainan berjalan dengan lancar, dan mengatur agar para pemain merasa terus tertantang. Namun, di balik meja dan layar komputer yang mengatur aliran uang dan taruhan, Gale juga tahu betapa destruktif dunia ini bagi dirinya. Meskipun ia telah menemukan cara untuk menyalurkan kecanduannya tanpa membahayakan karier keartisan atau citranya di mata publik, ia juga merasakan betapa dunia perjudian ini semakin menguasainya. Sebagai wager clerk, ia adalah bagian dari permainan yang tak pernah berhenti.

